PENUH

Hi

Apa kabar kalian yang membaca tulisan ini...yang lagi disini bersamaku

Apa yang sedang kamu rasakan saat ini,.. apa alasan kamu membaca, membuka sebuah laman.

Aku? kadang karena penasaran dengan judul, kadang karena aku suka dengan cara berceritanya, kadang karena menginspirasi, kadang karena lucu, kadang karena kosong saja, blank, dan muncul di layar.

Alasan aku menulis disini, untuk berbagi sesuatu yang bermanfaat atau paling tidak bisa menghibur kalian yang lagi sedih atau perlu hiburan. Alasan lain karena aku dari jaman seragam masih putih biru memang suka menulis dan jaman putih abu abu malah bisa disiplin setiap hari. 

Tetapi kali ini aku lagi penuh, dan berharap ini bisa mengurangi kepenuhan yang aku rasakan saat ini.

Aku punya teman lama, seorang pemikir. Karena sama sama wanita, aku penasaran dan menanyakan apa yang membuat dia memikirkan semua sekaligus dan apa yang dia rasakan... apakah melelahkan, menyenangkan atau ada rasa yang lain. Karena bahkan ketika tidur dia juga susah menghentikan itu dan akhirnya terbawa mimpi.

Tidak menemukan jawaban dari pertanyaanku, dia hanya menjelaskan saja, dan akhirnya aku menyimpulkan sendiri,...sepertinya itu melelahkan.

Cerita ini sudah lebih dari 10 tahun yang lalu, dengan kata lain sebelum aku menikah.

Sekarang, usia pernikahan aku sudah 9 tahun dan tidak ada masalah yang besar, kecuali di awal menikah. satu, dua tahun pertama itu agak tegang, kata orang masa penyesuain.

Banyak sebenanrnya pengalaman yang baru di hidup yang kadang tidak semua bisa diterima dengan mudah dan tidak selalu ada kesiapan mental untuk itu.

Mungkin aku akan cerita tentang itu nanti. Kalau pikiran aku telah lebih jernih dari hari ini, aku akan bagi, inshaAllah...

Kembali ke tipe "thinker" tadi, aku jadi kepikiran, apakah aku sebenanrnya thinker juga atau hanya lagi penuh saja??? Kalau ya, ternyata benar seperti yang aku sangka-kan, ini sangat melelahkan.

walau akhirnya aku menyadari ini bukan tentang siapa dan apa yang aku rasakan, tapi lebih kepada sesak, penuh, ingin cerita ke makhluk tapi tidak tahu siapa yang tepat, akhirnya disini saja dan lumayan membantu...


Perth, 04.06.2025  

17.05 pm


Ketikan diatas aku ambil dari draft yang sudah sebulan tersimpan disini, kenapa? Karena seharusnya tadi  aku menyelesaikan satu tulisan. Tetapi karena satu dan lain hal, ternyata bisa kebablasan juga. Agar tetap sesuai dengan tema 365, yang artinya 365 tulisan dalam 365 hari, dicomotlah cerita lama yang ada di draft, maafkan dirimu sendiri ya yun. Seperti kata abang Omar tadi, "it's ok lover, u can write tomorrow morning," 😅 benar juga sih, hanya tidak sama saja rasanya..


Ini yang aku lakukan ketika lagi berada di udara yang beraroma negatif. Apapun yang positif, yang bisa buat tersenyum dan merubah rasa menjadi jauh lebih baik aku jabanin. Percaya ramalan? Tentu tidak.
Tetapi terkadang, menurutku, dan ini berhasil aku terapkan ke diriku, aku perlu membaca, mendengar, melalukan apapun yang positif. 


Manusia sering tanpa sadar setuju dengan apa yang ingin dia dengar. Benar atau tidak, itu menjadi urutan kesekian.Aku pernah dengar kalimat itu. Dan akan sangat berbahaya kalau sedang penuh sesak tiba tiba seseorang yang aku rasa akan membantu meringankan ternyata akan mengkritik atau menyampaikan sesuatu yang sebenarnya baik buat aku, hanya waktunya saja yang tidak tepat. Aku sudah mengalami banyak hal yang demikian, makanya aku memilih sendiri dari pada berbagi sampah dengan makhluk lain. Salah satunya ya lewat kalimat kalimat seperti di gambar ini. Lucu dan agak ga masuk di akal kalau sedang normal, but trust me, it's work. Paling tidak buatku 😋


Perth, 5.07.2025
3.40 pm

4/365


Comments

Popular Posts