HAL HAL KECIL
Aku belum cerita tentang hari kemarin. Karena kemalaman dan ingatnya setelah di penghujung malam, ahirnya aku ambil penggalan rasa dimasa lalu yang sudah ada di draft. Nanti, aku akan cerita tentang kemarin, karena aku perlu satu atau dua photo dari abang Omar. Hari ini dia sangat sibuk dan tidak mau diganggu, baiklah..
Kemarin malam sebelum tidur kita sudah janjian kalau hari ini adalah hari masing masing, aku sebut, "Yuni time" dan abang Omar sebut, " Kevin time". Tetapi sebelum itu kita juga sepakat kalau pagi hari kita akan bersama jalan pagi sekalian belanja tambahan kebutuhan rumah, karena kemarin tidak ada tertulis di daftar belanja.
Langit cukup biru, dan pohon ini sangat menarik perhatian karena ditempat asalku tidak pernah, atau belum pernah sampai di usia hampir setengah abad ini aku melihat daun berwarna selain hijau. Jadi mudah dipahami kenapa aku setiap melihat daun banyak warna di satu pohon, akan selalu takjub.
Dan photo ini adalah hasil dari arahan abang Omar, akhirnya aku dapat warna daun yang mendekati warna aslinya. Triknya, menurut abang Omar, "less sky". Hmm..ternyata benar juga 😆
Baru tersadar kalau ternyata aku lupa mengabadikan cafe tempat kami ngopi pagi tadi. Sudah sangat lama, paling tidak setiap lewat dari depan cafe itu selalu ada tersirat rasa buat singgah. Pernah sekali waktu aku melihat ada wanita paruh baya dengan secangkir kopi dihadapannya, terlihat serius dengan buku yang dia pegang sembari duduk dengan sangat santai di kursi empuk, menghadap kearah jalan raya yang dibatasi dengan kaca berbingkai kayu yang tingginya hampir setinggi dinding bagian depan cafe. Apakah mungkin karena wanita dengan bukunya iyu membuat aku ingin kesitu? Entahlah
Tetapi Akhirnya hari ini aku kesitu dengan abang Omar. Aku dengan vanilla latte, abang Omar dengan cokelat panasnya.
Sebelum sampai tempat belanja, aku sempatkan photo-in abang Omar yang lagi melihat isi dalam kotak kaca itu. Pagi tadi lumayan dingin dan cerah.
Lumayan sering aku menemukan yang seperti ini disini, terkadang di tempat umum, terkadang di depan rumah warga. Salut, hal kecil yang bisa menjadi simbol suatu wilayah, bahkan negara. Semoga suatu saat nanti aku, kita, juga bisa memberi manfaat yang lebih luas bagi banyak orang
Setelah selesai belanja akhirnya kita dengan kesibukan masing masing. Aku pilih merapikan tanaman di halama depan, dan memutuskan mulai sedikit demi sedikit menanam tumbuhan kecil dibawah pohon rindang di depan rumah. Abang Omar dengan benda benda di garasinya hingga sore.
Lanjut bebenah rumah, dan malam ini berakhir di ruang bermain.
Ini juga ada di bagian daftar tunggu "yang harus dirapikan" 😅 Benang yang banyak ini bukan aku beli dalam sekali waktu, jadi saatnya untuk dirapikan sesuai warna dan nomornya. Apakah selesai? Masih separuh jalan, bahkan belum ada separuh. Sudah terlalu larut, kita lanjut besok saja ya, inhsAllah...
Perth, 05.07.2025
10.48 pm
5/365







Comments
Post a Comment